Australia akan memasuki musim semi 2026 yang cukup hangat. Biro Meteorologi Australia (Bureau of Meteorology/BOM) merilis prakiraan resmi musim semi pada 27 Agustus 2026, yang memperkirakan suhu di atas rata-rata di seluruh negeri sejak September hingga November, disertai peningkatan risiko kebakaran hutan di sejumlah negara bagian.

Mengapa Musim Semi Kali Ini Diperkirakan Hangat

Pemicu utamanya adalah fenomena El Niño kuat yang sedang berkembang di Samudra Pasifik tropis. Pada awal Agustus 2026, indeks suhu laut utama yang digunakan untuk memantau El Niño berada jauh di atas ambang batas untuk kategori peristiwa kuat.

Model prakiraan, termasuk milik BOM sendiri, memperkirakan Samudra Pasifik akan terus menghangat sepanjang musim semi, dengan puncak El Niño kemungkinan terjadi pada akhir musim semi atau musim panas dan mengingat kekuatannya saat ini, para peneliti memperkirakan fenomena ini akan bertahan hingga musim gugur 2027.Kehangatan ini tidak hanya terjadi di wilayah tropis. Suhu permukaan laut di sebagian besar wilayah Australia sudah berada di atas rata-rata, dengan hanya wilayah barat laut dan timur laut yang mendekati kondisi normal.

Faktor lain yang turut memengaruhi adalah Indian Ocean Dipole (IOD): saat ini kondisinya netral, namun IOD positif diperkirakan akan berkembang dan berlanjut hingga musim semi, sebuah pola yang cenderung memperkuat kondisi yang lebih kering dan hangat di wilayah selatan dan timur Australia.

Musim Dingin yang Memecahkan Rekor Jadi Pemicunya

Kehangatan musim semi ini melanjutkan tren dari musim dingin yang luar biasa. Suhu rata-rata musim dingin di Sydney tercatat lebih dari dua derajat di atas rata-rata jangka panjangnya, sementara Yampi Sound di Australia Barat mencatat suhu maksimum yang sangat tinggi pada akhir Agustus, menjadi suhu maksimum musim dingin tertinggi yang pernah tercatat di lokasi tersebut.

Australia Barat secara keseluruhan mencatat musim dingin terpanas dalam sejarah di tingkat negara bagian.

Isi Prakiraan Musim Semi 2026

Beberapa poin utama dari prakiraan musim resmi BOM meliputi:

  • Suhu maksimum (siang hari) kemungkinan besar berada di atas rata-rata dengan peluang 60% hingga lebih dari 80% di sebagian besar wilayah Australia, kecuali di sebagian wilayah utara yang tropis.
  • Suhu minimum (malam hari) juga kemungkinan besar berada di atas rata-rata di sebagian besar wilayah Australia.
  • Suhu siang hari yang hangat paling mungkin terjadi di wilayah selatan garis tropis.
  • Curah hujan diperkirakan berada di bawah rata-rata di sebagian wilayah selatan dan timur termasuk ujung barat daya Australia Barat, Australia tenggara termasuk Tasmania, serta sebagian Queensland timur dan utara, sementara wilayah barat lebih berpeluang mengalami curah hujan di atas rata-rata.

Peningkatan Risiko Kebakaran Hutan

Kondisi hangat dan kering akibat El Niño biasanya berujung pada meningkatnya bahaya kebakaran, dan musim semi kali ini tidak terkecuali.

Prakiraan kebakaran hutan musim semi dari BOM menandai peningkatan risiko kebakaran di tujuh negara bagian dan teritori, dengan perhatian khusus untuk Northern Territory dan negara bagian pesisir timur seiring kondisi memburuk hingga November.

Apa Artinya Bagi Warga Australia

Dengan suhu siang dan malam hari yang sama-sama condong di atas rata-rata di hampir seluruh wilayah kecuali utara yang tropis, musim semi 2026 kemungkinan akan terasa jauh lebih hangat dari biasanya di sebagian besar negeri.

Dipadukan dengan kondisi yang lebih kering di selatan dan timur, hal ini membuka peluang musim kebakaran hutan yang dimulai lebih awal dan berpotensi aktif.
Siapa pun yang tinggal di kawasan rawan kebakaran sebaiknya memantau peringkat bahaya kebakaran setempat serta pemberitahuan larangan total menyalakan api seiring berjalannya musim, dan ada baiknya sesekali memeriksa halaman prakiraan Biro Meteorologi Australia, karena prakiraan ini terus diperbarui seiring perkembangan El Niño dan Indian Ocean Dipole.
Berdasarkan prakiraan musiman dan ENSO dari Bureau of Meteorology (bom.gov.au), serta pernyataan resmi BOM yang diberitakan media hingga akhir Agustus 2026.